Saturday, August 26, 2017

Olahraga ala Model Seksi Miranda Kerr Demi Dapatkan Bentuk Tubuh Impian

foto: bertha/GARASIhealth

Jakarta,GARASIhealth - Saat ada waktu senggang, ibu satu anak yang juga sering menjadi model pakaian dalam, Miranda Kerr, melakukan olahraga. Hal itu dilakukannya demi menjaga kesehatan serta tubuh yang menjadi aset penting baginya.

"Aku olahraga tergantung jadwal. Namun aku melakukan aktivitas ini sebaik mungkin. Paling tidak, aku berolahraga empat hingga lima kali seminggu. Usai olahraga, aku merasa lebih baik," kata Kerr.

Mantan istri Orlando Bloom ini tak butuh waktu lama untuk berolahraga. Minimal dia akan menghabiskan waktu 20-30 menit melakukan yoga, pilates, dan renang.

foto: bertha/GARASIhealth

"Aku juga senang jalan-jalan atau lari bersama anjingku. Satu lagi aku juga senang skipping, itu olahraga yang fun," tutur wanita yang pernah menjadi Angels Victoria's Secret ini mengutip GARASIhealth, Sabtu (26/8/2017).

Kerr memang memandang olahraga bukanlah sebuah kewajiban, tapi kebutuhan. Itu sebabnya dia memilih aktivitas yang memang disukai. Jika tidak suka, tentu bakal mudah bosan.

"Bagiku, konsistensi adalah kunci. Yang penting, tetaplah aktif setiap hari dan berjalanlah sebanyak mungkin," sarannya.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Friday, August 25, 2017

5 Penyebab Berat Badan Tak Kunjung Turun

foto: bertha/GARASInews

Jakarta,GARASIhealth -  Sudah mengurangi beberapa jenis makanan dan rutin olahraga, tapi berat badan tak kunjung turun? Jika hal itu terjadi pada Anda, bisa jadi ada faktor lain yang membuat bobot tak berkurang.

Berikut lima faktor yang terlupakan tapi mampu membuat berat badan tak turun, mengutip GARASIhealth, Jumat (25/8/2017).

Tubuh membutuhkan cairan untuk memecah lemak di tubuh. Bila pasokan cairan saja kurang, sulit bagi tubuh untuk melakukan proses biologis tersebut. Oleh karena itu, guna mendorong pemecahan lemak dalam tubuh, pastikan tubuh selalu terhidrasi.

Menurunkan berat badan bukan berarti sama sekali tidak mengonsumsi lemak sehat. Sebuah studi mengungkapkan orang yang mengonsumsi lemak sehat secukupnya terbukti mengalami penurunan berat badan daripada yang diet rendah lemak. Kehadiran lemak membantu menjalankan fungsi tubuh sehari-hari.

Bisa jadi penurunan berat badan tidak terjadi karena memang tubuh tidak perlu lebih kurus karena memang sudah langsing.


Keinginan menurunkan berat badan kerap dipicu oleh tekanan sosial. Saat ini anggapan ideal adalah yang memiliki indeks massa tubuh 16. Padahal angka ini menurut WHO masuk katergori sangat kurus.

Mindfulness yakni tindakan memusatkan perhatian pada momen saat ini kerap dilupakan. Padahal aktivitas ini mampu mengurangi stres dan memperbaiki kesehatan secara keseluruhan.

Orang yang menjalani mindfulness, salah satunya dengan meditasi, terbukti membuat hormon dalam tubuh seimbang dan jumlah kortisol dalam darah menurun. Kondisi sehat seperti ini membuat tubuh lebih mudah menurunkan berat badan.

Bila asupan protein berlebih, tubuh akan menyimpannya dalam bentuk lemak. Tak heran ya bila berat badan tak kunjung turun bila kebiasaan konsumsi protein berlebihan dalam sehari.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Thursday, August 24, 2017

Olahraga Tepat untuk Ratakan Perut Buncit

foto: bertha/GARASIhealth

Jakarta,GARASIhealth- Pemilik perut buncit kerap bertanya-tanya, olahraga apa yang paling efektif untuk meratakan bagian tengah tubuhnya itu. Studi terbaru mengungkapkan, olahraga aerobik--seperti lari, renang, joging--efektif membakar lemak di perut.

Peneliti dari Duke University Medical Center, Amerika Serikat dalam studi ini membandingkan efektivitas olahraga aerobik dengan latihan beban dalam membakar lemak perut. Hasilnya latihan aerobik secara signifikan mengurangi lemak perut dan lemak hati.

Terbukti lewat studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Physiology ini orang berlebihan berat yang melakukan olahraga aerobik, membakar 67 persen lemak lebih banyak dibanding latihan beban mengutip GARASIhealth, Kamis (24/8/2017).

"Latihan beban merupakan olahraga yang baik dalam meningkatkan kekuatan dan massa tubuh tanpa lemak. Namun, bagi yang kelebihan berat badan, aerobik adalah pilihan yang lebih baik karena membakar kalori lebih banyak," kata salah satu peneliti yang juga dokter spesialis kedokteran olahraga, Cris Slentz.

Partisipan yang terlibat dalam studi ini sebanyak 196 orang berat badan berlebih usia 60-70 tahun. Mereka dibagi dalam tiga kelompok yakni aerobik, latihan beban, dan gabungan keduanya selama delapan bulan.

Kelompok yang latihan aerobik dengan lari 19 km per minggu. Kelompok dua latihan beban tiga set dengan 8-12 repetisi tiga kali seminggu. Kelompok ketiga menggabungkan lari dan latihan beban.

Hasilnya, kelompok ketiga memiliki hasil yang hampir sama dengan yang rutin melakukan latihan aerobik.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Jangan Dibuang Lagi! Ternyata Kulit Pisang Bisa Jadi Antioksidan

foto: bertha/GARASIhealth Jakarta,GARASIhealth - Anda mungkin tidak percaya, kulit pisang ternyata memiliki kandungan antioksidan le...